You are currently browsing the tag archive for the ‘puisisaja’ tag.

agh

hujan belum tiba

langit merindu bumi

biarlah

kutunggu di kemarau

toh nanti hujan

mengirim

rindu yang teramat pada bumi

papah… aq nanti akan pulang

mamah aku rindu setiap omelanmu

ah

akan kutemui nanti gundukan tanah basah airmata hujan rindu

kau tau ulun disini

lihatlah dari kedalaman rinduku.

sudah kemarau ini

akan kutahan dahaga untuk kalian

toh kalaupun aku tak temui tanah kalian beristirahat

nantipun akan kutemui padsa alam ciptaan sang Malik yang Qudus

ada solilokui untuk kalian tentang obrolanku sendiri di tanah wali-wali legenda

maka kutorehkan dulu namaku di prasasti hidup yang kau restui ma.

maka ku ukir dulu dipepohonan mati namaku dan namamu pah di kayu-kayu yang tumbuh seperti keinginanmu yang tinggi pada kalam-kalam Rabb kita

akan kutahan bebatuan yang turun tanpa permisi

akan ku belah samuderayang telah mati keasinan

lalu akan kurebahkan sesaat tubuh dan otak yang terbakar kemarau ini barang sesaat.

untuk kalian, rapalan mantra akan kukirimkan di waktu yang diciptakan Tuhan Kita.

ku lanjutkan lagi jalan dalam restu dan cita-cita kalian berdua yang terkasih!

nyanyikan aku kalam-kalam sang Khalik, nyanyikan untukku dongeng-dongeng sebelum tidurku saat nanti anakmu ini kelelahan.

terimakasih yang sangat rinduku!

Iklan

“ohhh… jangan kau ributkan setiap makna yang berangkat begitu saja dari comberan, ia bisa memutar dunia, atau membeku di sudut-sudut rumah pinggir sungai yang pekat dan entah kapan matinya…”

“ohhh… jangan kau ributkan setiap makna yang lahir begitu saja meski dari comberan sekalipun, ia bisa memutar dunia, atau membeku di sudut-sudut rumah pinggir sungai yang pekat dan entah kapan matinya…”

selalu saja kita tampikan keterpurukan anak-anak yang lahir dari sungai-sungai yang hitam…. ahhh… airmata mereka telah diajarkan tertanam begitu dalam dipelupuk mata. aghhh… mata kita yang telah diajarkan menjadi buram hingga melihat negeri sendiri sebagai kelalatu yang terbang sehabis hutan terbakar penuh dalam hujan dunia. taufiq

Kategori

November 2017
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Laman

Kategori

Komentar Terbaru