Ya Malik, ya Muqiit

engkau tahu apa keinginanku

Biarkan kata-kata ini larut begitu saja

seperti derasnya aliran sungai-sungaiMu yang meluncur dari mata air di  gunung-gunungMU yang menjulang

Aku hendak menggerak dunia,

aku ingin mengarak awan,

aku mau menembus langit,

namun apadayaku dengan semua ini tanpaMu, jika memang itu tak tertulis dalam kitab nasibMu, setidaknya Kau mau mengabulkan satu keinginanku yang lain,

jadikan aku seorang penyair yang mampu memainkan kata buat menebas leher ketakutan.

Malang 2009

puisi ini masuk dalam antologi penyair banjarbaru tahun 2009, tupailah yang menjadikanya tertaut, selamat berarung ria dalam sungai kata-kata, selamatdan terima kasih yang terhiperbol  untuk seorang sahabat sekaligus sastrawan yang belajar memaknai hidup dari hembusan katanya yang suka sekali protes soalan negeri ini Sigit “Tupai” B.P.

Iklan